Nyanyian Tanpa Suara (belajar)

Aku menyerahkan hatiku padamu secara sukarela, tanpa paksaan, meski pada akhirnya aku sadar bahwa perjuanganku hanyalah nyanyian tanpa suara di telingamu. Entah sampai kapan aku harus bertahan dalam diam, menuntutmu bertanggung jawab atas pencurian hati yang tak pernah kau akui, karena bagimu aku hanyalah pengisi waktu sementara.
Setiap hari aku berharap ada perubahan, namun kamu selalu mengakui aku ada hanya sebatas teman, tak lebih. Rasanya menyakitkan, menyaksikanmu tertawa bersama yang lain sementara aku tertatih menyembuhkan luka yang kau buat sendiri. Aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk siap patah hati, membiarkan diriku terikat dalam bayang-bayang semu, menunggu kepastian yang tak pernah datang.
Kini, aku terpaksa mundur. Meski perasaanku masih berpihak padamu, aku tahu aku tak bisa terus berjuang sendirian. Terima kasih telah mengajarkan bahwa kisah cinta tidak selamanya indah, dan kadang, melepaskan adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka.

Pesan Moral: Terkadang mencintai seseorang secara berlebihan hanya akan membawa kesedihan mendalam, dan belajar melepaskan adalah kedewasaan tertinggi.

2 Komentar

Lebih baru Lebih lama